KomdigiMedia.com, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi memulai persiapan fisik jelang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan 2026. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memimpin langsung penanaman perdana padi di lokasi Gelar Teknologi Pertanian, Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, (31/3/2026).

Langkah ini dilakukan lebih awal guna memastikan seluruh komoditas tanaman telah tumbuh optimal saat puncak acara PENAS yang dijadwalkan pada Juni mendatang.

Lokasi Gelar Teknologi ini berdiri di atas lahan seluas 9,2 hektar. Sekitar 7,2 hektar di antaranya akan disulap menjadi “miniatur pembangunan pertanian” yang memamerkan teknologi terbaru di sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan, hingga hortikultura. Sementara itu, sisa lahan seluas 2 hektar akan difungsikan sebagai area pameran utama.

“Penanaman perdana ini dilakukan agar saat bulan Juni nanti, tanaman sudah siap dan tumbuh maksimal. Kami mohon dukungan masyarakat dan doa agar curah hujan cukup,” ujar Gubernur Gusnar di sela-sela kegiatan.

Pada penanaman perdana ini, varietas yang dipilih adalah Inbrida Padi Gogo (Inpago 12). Varietas unggul rilisan Kementerian Pertanian ini dirancang khusus untuk lahan kering dan tadah hujan.

Tak hanya varietasnya yang unggul, sistem tanam yang diterapkan pun menggunakan Metode Arkansas. Teknik budidaya intensif modern ini menggunakan sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan pola tanam sangat rapat, yakni hanya berjarak enam sentimeter.

Gubernur Gusnar menegaskan bahwa kesuksesan PENAS 2026 sangat bergantung pada kesiapan lokasi ini. Penanaman ini menjadi simbol konsolidasi antara panitia pusat dan daerah.

“Kunci suksesnya PENAS tergantung dari kesiapan lokasi ini. Ini juga menjadi pengingat bagi seluruh penyuluh dan aparatur pertanian untuk terus fokus berada di lapangan,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Toga Parlindungan Sihotang, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Sekdaprov Sofian Ibrahim, serta pejabat dari Kementerian Pertanian. (Amel)

Baca juga :  Modernisasi Dakwah, Universitas BSI Latih Pengurus Majelis Taklim Gunakan ChatGPT