KomdigiMedia.com, Jakarta – Danantara Indonesia mempertegas perannya sebagai lokomotif utama dalam mempercepat pengembangan industri semikonduktor nasional. Langkah strategis ini diambil guna merespons lonjakan kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) global sekaligus memperkuat kemandirian teknologi dalam negeri.
Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, menyatakan bahwa institusi ini hadir sebagai katalisator yang menghubungkan talenta riset dengan kebutuhan pasar. Menurutnya, Indonesia memiliki momentum tepat untuk masuk ke industri chip dunia melalui kolaborasi yang terintegrasi.
“Tidak ada kata terlambat. Saat ini dunia memasuki babak baru, khususnya pada pengembangan AI chip. Ini adalah peluang bagi Indonesia untuk masuk dengan landasan kolaborasi dan pengembangan produk yang relevan secara industri,” ujar Sigit dalam keterangannya, (26/3/2026).
Untuk mewujudkan ekosistem tersebut, Danantara bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Sainstek). Fokus utama kerja sama ini adalah memastikan setiap inovasi dari meja riset dapat langsung diarahkan menuju tahap komersialisasi dan layak secara ekonomi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan dukungan penuh pemerintah dari sisi regulasi dan standarisasi. Ia menekankan bahwa industri semikonduktor bukan sekadar proyek riset, melainkan proyek investasi jangka panjang.
“Pemerintah akan mendukung dari sisi regulasi, namun industri harus berada di garda depan. Produk yang dihasilkan harus layak secara ekonomi dan memungkinkan secara komersial di pasar global,” tegas Brian.
Langkah Danantara yang mengintegrasikan talenta, teknologi, dan investasi dinilai sebagai fondasi penting bagi ekosistem semikonduktor yang berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, Indonesia diharapkan tidak lagi hanya menjadi pasar bagi produk teknologi asing, tetapi bertransformasi menjadi produsen yang mampu bersaing di level internasional.
Akselerasi industri ini diharapkan tidak hanya menciptakan kemandirian teknologi, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bernilai tinggi bagi masyarakat Indonesia. (Amel)


Leave a Reply