KomdigiMedia.com, Jakarta – Momentum mudik Lebaran 2026 diprediksi akan menjadi mesin penggerak utama ekonomi nasional pada awal tahun ini. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan perputaran uang selama musim mudik Idul Fitri 1447 Hijriah akan menembus angka fantastis, yakni berkisar antara Rp 148,4 triliun hingga Rp 161,9 triliun.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Sarman Simanjorang, mengungkapkan bahwa lonjakan konsumsi rumah tangga ini diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 yang ditargetkan mencapai 5,4 hingga 5,5 persen.
“Perputaran uang ini berpotensi naik. Hitungan moderatnya di angka Rp 148,4 triliun, namun masih berpotensi mencapai Rp 161,8 triliun dengan asumsi setiap keluarga membawa uang rata-rata Rp 4,5 juta ke kampung halaman,” ujar Sarman, Senin (16/3/2026).
Tingginya potensi perputaran uang ini didorong oleh berbagai stimulus ekonomi yang dikucurkan Pemerintah. Beberapa di antaranya meliputi pemberian THR bagi ASN, TNI, dan Polri sebesar Rp 65 triliun, dorongan THR sektor swasta senilai Rp 124 triliun, hingga diskon tarif transportasi sebesar Rp 911,6 miliar.
Selain itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan pemberian Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek daring turut memperkuat daya beli masyarakat untuk melakukan perjalanan.
Data Kementerian Perhubungan menunjukkan sebanyak 143,9 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total populasi Indonesia diprediksi akan melakukan pergerakan mudik tahun ini. Perputaran uang tersebut diperkirakan akan menyebar merata ke daerah-daerah, terutama pada sektor makanan, minuman, transportasi, dan pariwisata.
Untuk mendukung kelancaran transaksi, Bank Indonesia (BI) juga telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 185,6 triliun. Namun, Kadin mengingatkan Pemerintah untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi risiko, terutama terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas.
Hal ini menjadi krusial mengingat adanya ketegangan geopolitik global antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan energi di dalam negeri. “Persiapan dan mitigasi risiko yang cermat sangat penting untuk memastikan momentum ekonomi ini tidak terhambat,” pungkas Sarman. (Amel)


Leave a Reply