KomdigiMedia.com, Nunukan – Program penguatan ekonomi rumah tangga sekaligus dukungan terhadap ketahanan pangan nasional mulai membuahkan hasil di wilayah perbatasan. Melalui Kementerian Pertanian, Kelompok Tani Makawaru di Kelurahan Selisun, Kabupaten Nunukan, kini mulai produktif menghasilkan telur dari bantuan ayam petelur yang disalurkan pemerintah.

Bantuan yang diterima pada Jumat (27/3/2026) tersebut merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di beranda depan Indonesia.

Ketua Kelompok Tani Makawaru, Udin, mengungkapkan bahwa bantuan paket lengkap yang terdiri dari kandang, pakan, vitamin, serta 600 ekor ayam pullet (siap bertelur) tersebut telah beroperasi dengan maksimal. Saat ini, ratusan ayam tersebut mampu memproduksi sekitar sembilan rak telur setiap harinya.

“Kami sangat bersyukur. Saat ini produksi harian sudah mencapai sembilan rak dengan kebutuhan pakan sekitar 60 kilogram per hari,” ujar Udin. Ia berharap bantuan ini dapat berkelanjutan dan menjadi sumber kesejahteraan jangka panjang bagi kelompoknya.

Pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar stimulan jangka pendek. Staf Pelaksana Bidang Peternakan, Kenyi Tiku Lembang, meminta para peternak untuk mengelola bantuan tersebut dengan profesional.

“Kami berharap bantuan ini dikelola secara serius sebagai modal awal usaha yang berkelanjutan. Tujuannya agar masyarakat di perbatasan tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu membangun kemandirian ekonomi,” tegas Kenyi, (28/3).

Dengan adanya produksi telur lokal yang stabil di Nunukan, diharapkan pasokan protein hewani untuk mendukung program makanan bergizi di wilayah tersebut dapat terpenuhi secara mandiri tanpa harus mendatangkan pasokan dari luar daerah. (Amel)

Baca juga :  Konsumsi Domestik Jadi Penyelamat, Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Krisis Global