KomdigiMedia.com, Amerika Serikat – Nguyen Hoang Bao Ngoc (17), siswi kelas 12 asal SMA Kejuruan Tran Dai Nghia, berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih beasiswa penuh senilai lebih dari $204.860 USD (sekitar Rp3,2 Miliar atau 5,4 Miliar VND) dari New Jersey Institute of Technology (NJIT), Amerika Serikat.
Keberhasilan ini melengkapi torehan prestasinya di bidang akademik setelah sebelumnya Ngoc meraih skor IELTS sempurna 9.0 pada percobaan pertamanya, serta skor SAT 1500/1600 pada akhir tahun 2024.
“Saat email pemberitahuan tiba pada 20 Januari lalu, saya sempat tidak percaya dan membacanya berulang kali. Semua usaha saya selama bertahun-tahun akhirnya diakui,” ungkap Ngoc penuh haru, Senin (16/3/2026).
Fokus pada Fondasi, Bukan Sekadar Hafalan
Berbeda dengan metode belajar pada umumnya, Ngoc mengaku tidak menggunakan sistem “menjejalkan” soal latihan untuk meraih skor IELTS 9.0. Ia justru fokus membangun fondasi bahasa Inggris melalui percakapan intensif dan mendengarkan penutur asli untuk menyesuaikan intonasi.
Menariknya, Ngoc juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai teman berlatih menulis dan berbicara guna memperdalam analisis ide serta gaya bahasanya sendiri.
Esai Unik: Berawal dari Kecepatan Mengetik
Kunci keberhasilan aplikasinya terletak pada esai pribadi yang unik. Ngoc menceritakan ketertarikannya pada tes kecepatan mengetik sejak kelas enam SD, yang kemudian membawanya mencintai dunia pemrograman.
“Saya ingin menyampaikan bahwa kecepatan mengetik hanyalah angka; yang lebih penting adalah nilai dan solusi nyata yang bisa diciptakan dari baris kode tersebut,” jelas mahasiswi yang bercita-cita mendalami Ilmu Komputer ini.
Strategi Pengembangan Diri yang Mendalam
Selama masa SMA, Ngoc aktif menjalankan dua proyek jangka panjang: mengelola proyek pendidikan komunitas dan mengajar pemrograman di platform Khan Academy. Baginya, ketekunan pada satu bidang jauh lebih berharga daripada mengikuti banyak aktivitas jangka pendek hanya demi mengisi resume.
Minh Nguyen, konsultan studi luar negeri di Chicago yang mendampingi Ngoc, menilai siswinya tersebut memiliki kekuatan batin dan arah masa depan yang sangat jelas.
“Beasiswa adalah hasil dari pengembangan diri, bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah mendefinisikan siapa Anda dan apa yang ingin Anda capai,” pesan Ngoc bagi rekan sejawatnya yang ingin menempuh studi di luar negeri. (Amel)


Leave a Reply