KomdigiMedia.com, Jakarta – Polri memperkuat pengamanan arus mudik dalam Operasi Ketupat 2026 dengan dukungan teknologi mutakhir. Mulai dari penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), drone pemantau, hingga kamera badan (bodycam), disiagakan untuk memastikan manajemen lalu lintas yang lebih akurat, transparan, dan akuntabel.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa kesiapan teknologi tahun ini jauh lebih maju dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut ia sampaikan saat meninjau langsung Command Center Operasi Ketupat di KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Minggu (15/3/2026).

“Berbagai perangkat ini memungkinkan petugas memantau kondisi lalu lintas secara real-time, sekaligus membantu proses pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas dengan cepat,” ujar Komjen Dedi, (16/3).

Pengawasan Lapangan yang Transparan

Salah satu inovasi utama tahun ini adalah penyematan bodycam pada setiap personel patroli. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap tindakan petugas di lapangan dapat diawasi secara langsung dari pusat kendali, sehingga tercipta pelayanan yang transparan bagi pemudik.

“Bodycam ini penting untuk melihat situasi lapangan sekaligus mengontrol tindakan anggota agar tetap sesuai prosedur,” tambah Wakapolri.

Analisis Data Berbasis AI dan Drone

Polri juga mengoperasikan dua jenis drone canggih:

  • Drone Pemantau: Terintegrasi dengan Command Center Mobile untuk menjangkau titik-titik yang tidak terpantau CCTV.
  • Drone ETLE: Digunakan untuk penindakan pelanggaran lalu lintas secara elektronik tanpa harus menghentikan kendaraan di jalan.

Seluruh data dari lapangan diolah menggunakan teknologi AI dan traffic counting (penghitungan volume kendaraan). Data tersebut menjadi indikator utama bagi Polri dalam menentukan kebijakan krusial, seperti pemberlakuan sistem one way atau contraflow.

Aplikasi K3I: Kendali dalam Satu Genggaman

Untuk memudahkan koordinasi, Polri menggunakan Aplikasi K3I berbasis peta digital. Melalui sistem ini, posisi personel, jaringan CCTV, hingga lokasi fasilitas umum seperti SPBU, RS, dan pos pengamanan dapat terpantau secara komprehensif dari Pulau Jawa, Sumatera, hingga Bali.

Baca juga :  Solusi Hijau Perkeretaapian: Mahasiswa ITB Gagas Inovasi Penangkap Karbon di KAI

Dengan integrasi teknologi ini, Polri berharap dapat memberikan rasa aman dan pelayanan optimal bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik di tahun 2026. (Amel)