KomdigiMedia.com, London – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan komputasi masa depan mencatatkan angka pertumbuhan yang fantastis. Raksasa cip asal Amerika Serikat, Nvidia, memproyeksikan pendapatan sektor AI dapat menyentuh angka $1 triliun pada tahun 2027, sementara Pemerintah Inggris mulai menyuntikkan dana besar-besaran untuk pengembangan komputer kuantum, (17/3/2026).

Nvidia Optimistis AI Menjadi Industri Triliun Dolar

Dalam konferensi telepon tahunan yang digelar pada Maret 2026, CEO Nvidia, Jensen Huang, mengungkapkan peningkatan signifikan dari perkiraan sebelumnya yang hanya sebesar $500 miliar. Lonjakan permintaan cip AI menjadi faktor utama di balik revisi target ini.

“Kami sedang melangkah ke era penerapan yang luas,” ujar Huang. Selain memperkenalkan unit pemrosesan pusat (CPU) baru, Nvidia juga meluncurkan sistem AI berbasis teknologi Groq untuk mendukung “komputasi inferensi”—sebuah proses yang memungkinkan AI menjawab pertanyaan secara real-time. Langkah ini menjadi strategi Nvidia untuk mendominasi pasar aplikasi yang digunakan oleh ratusan juta orang di seluruh dunia.

Inggris Incar Posisi Terdepan Lewat Komputasi Kuantum

Di sisi lain, Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, mengumumkan investasi strategis sebesar 1 miliar poundsterling (sekitar Rp20 triliun) khusus untuk sektor komputasi kuantum. Langkah ini merupakan bagian dari peta jalan besar senilai 2 miliar poundsterling guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pasca-Brexit.

Komputer kuantum dinilai memiliki kemampuan memproses solusi simultan yang tidak bisa dilakukan komputer biasa, sehingga sangat krusial bagi kemajuan diagnostik medis dan keamanan informasi. Selain itu, pemerintah juga akan meluncurkan Dana AI Kedaulatan sebesar £500 juta pada April mendatang untuk mendukung perusahaan teknologi domestik.

Strategi Kreatif Apple: Akuisisi MotionVFX

Menutup rangkaian berita teknologi, Apple secara resmi mengakuisisi MotionVFX, perusahaan spesialis plugin dan efek video asal Polandia. Akuisisi ini dirancang untuk memperkuat ekosistem kreatif Apple, khususnya aplikasi Final Cut Pro, guna menyaingi dominasi Adobe di pasar profesional.

Baca juga :  Pantau Mudik Real Time, Kakorlantas Kenalkan Command Center KM 29 yang Super Canggih

Melalui integrasi MotionVFX ke dalam Creator Studio, Apple berharap dapat terus meningkatkan pendapatan dari sektor layanan, yang pada tahun fiskal terakhir telah menyumbang lebih dari 26% dari total pendapatan perusahaan. (Amel)