KomdigiMedia.com, Jakarta Barat – Inovasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kini mulai merambah dunia syiar keagamaan. Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) melalui program Pengabdian Masyarakat (PM) menggelar pelatihan pemanfaatan ChatGPT untuk penyusunan bahan ajar bagi Pengurus Majelis Taklim Al-Hamidiyah, Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan ini diinisiasi oleh para dosen dan mahasiswa Universitas BSI sebagai wujud komitmen kampus dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Tujuannya, agar penyusunan materi kajian keagamaan menjadi lebih efektif, terstruktur, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Ketua tim pelaksana, Sifa Fauziah, menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah bentuk nyata dukungan kampus terhadap digitalisasi di berbagai sektor, termasuk organisasi keagamaan.
“Kami berharap pelatihan ini meningkatkan kemampuan pengurus dalam memanfaatkan teknologi ChatGPT, sehingga proses penyusunan bahan ajar menjadi lebih sistematis dan menarik bagi jamaah,” ujar Sifa dalam keterangan resminya, Jumat (13/3).
Selama ini, proses penyusunan materi di Majelis Taklim Al-Hamidiyah masih dilakukan secara manual dengan mengompilasi buku cetak. Ketua Majelis Taklim Al-Hamidiyah, Ustadz M. Haikal Fadhil, mengakui metode konvensional tersebut kerap menemui kendala waktu dan keterbatasan variasi penyajian.
“Selama ini kami menyusun materi secara manual. Kondisi ini membuat variasi penyajian belum optimal. Kami sangat mengapresiasi Universitas BSI yang telah membantu kami mempelajari teknologi digital untuk menunjang kajian kami,” ungkap Ustadz Haikal, (14/3).
Dalam sesi pelatihan, para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pendampingan langsung dari tim tutor yang terdiri dari dosen Fatmawati, Siti Nur Khasanah, dan Narti, serta dibantu oleh mahasiswa Najwa Nur Aziz dan Jessie Meilyanti.
Peserta diajarkan cara memberikan perintah (prompting) kepada ChatGPT untuk menghasilkan kerangka materi kajian yang dinamis. Dengan integrasi teknologi ini, materi yang disampaikan kepada jamaah diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai keagamaan.
Melalui langkah ini, Universitas BSI mempertegas posisinya sebagai Kampus Digital Kreatif yang terus membawa kemajuan teknologi informasi agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat. (Amel)


Leave a Reply