KomdigiMedia.com, Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memberikan respons positif terkait permintaan maaf yang disampaikan oleh Rismon Sianipar. Rismon merupakan salah satu tersangka dalam kasus dugaan penyebaran informasi palsu terkait ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Dalam keterangannya pada Kamis (12/3/2026), Gibran menyampaikan bahwa suasana bulan Ramadhan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mempererat kembali silaturahmi. “Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” ujar Gibran di Jakarta.

Wapres juga mengapresiasi sikap kedewasaan Rismon yang bersedia mengklarifikasi serta meninjau kembali pernyataan-pernyataan sebelumnya. Menurut Gibran, langkah tersebut merupakan wujud nyata dari kematangan dalam berdemokrasi di Indonesia.

Sebelumnya, Rismon Sianipar melalui siaran di kanal YouTube Balige Academy secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Joko Widodo dan keluarga. Peneliti tersebut mengakui adanya kekeliruan dalam temuan penelitian yang ia tulis sebelumnya dalam buku berjudul Jokowi’s White Paper.

“Saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi terkait dengan temuan-temuan saya yang baru yang saya umumkan,” ungkap Rismon, (13/3).

Sebagai informasi, kasus ini bermula dari penyidikan panjang Polda Metro Jaya yang menetapkan delapan orang tersangka. Para tersangka dibagi menjadi dua klaster, di mana Rismon Sianipar masuk dalam klaster kedua bersama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma. Mereka dijerat dengan Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 35 UU ITE terkait manipulasi dokumen elektronik. (Amel)

Baca juga :  Dulu Sebut Palsu, Peneliti Forensik Rismon Sianipar Kini Akui Ijazah Jokowi Asli