KomdigiMedia.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal dengan tidak memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026. Sebagai gantinya, Presiden menginstruksikan langkah efisiensi ekstrem guna menghadapi ketegangan geopolitik global yang kian memanas.

Dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jumat (13/3/2026), Presiden menekankan bahwa penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan optimalisasi teknologi menjadi kunci utama menutup kebocoran anggaran.

“Sasaran kita adalah APBN harus balanced budget. Itu paling ideal. Kita tidak ingin defisit bertambah, bahkan cita-citanya kalau bisa kita tidak punya defisit,” tegas Prabowo di hadapan para menteri kabinet, (14/3).

Menanggapi situasi ketegangan di Timur Tengah yang diprediksi akan berlangsung lama, Presiden meminta jajarannya mengkaji kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini dinilai efektif untuk menekan konsumsi BBM secara nasional sekaligus mengurai kemacetan.

Prabowo mencontohkan langkah radikal yang diambil negara lain saat krisis, mulai dari memotong gaji parlemen hingga membatasi 60 persen penggunaan kendaraan dinas pemerintah.

“Dulu saat mengatasi COVID-19, kita berhasil. Kita mampu bekerja dari rumah dan menghemat BBM dalam jumlah sangat besar. Ini layak kita pertimbangkan kembali,” ujarnya.

Selain efisiensi konsumsi, Presiden juga mengandalkan optimalisasi GovTech sebagai instrumen sinkronisasi antar-Kementerian/Lembaga. Integrasi sistem digital ini diproyeksikan mampu mengurangi tingkat kebocoran penerimaan negara hingga 40 persen.

Meskipun kondisi ketahanan pangan dan energi nasional saat ini dinilai aman, Presiden mengingatkan seluruh punggawa kabinet agar tidak lengah.

“Kita tidak boleh terlalu lengah. Kita harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan skenario terburuk, meskipun kita berharap hal itu tidak terjadi di Timur Tengah,” pungkasnya. (Amel)

Baca juga :  Dulu Sebut Palsu, Peneliti Forensik Rismon Sianipar Kini Akui Ijazah Jokowi Asli