KomdigiMedia.com, Jakarta – Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Tim Ganeshasengumi berhasil mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Mereka menggagas inovasi teknologi penangkap karbon (carbon capture) yang diproyeksikan mampu mentransformasi industri kereta api nasional menjadi transportasi rendah emisi.

Inovasi bertajuk “Nusantara Carbonventure” tersebut berhasil mengantarkan mereka menyabet Juara 1 dalam ajang KAI Ideation Challenge 2025. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) bekerja sama dengan Marketeers di KAI Jakarta Railway Centre (JRC).

Kolaborasi Lintas Disiplin

Tim Ganeshasengumi merupakan potret kolaborasi lintas keilmuan yang solid, terdiri dari:

  1. Roihan M. Iqbal (Teknik Material)
  2. Muhamad Tauhid (Teknik Mesin)
  3. Ilham Hakim (Magister Studi Pembangunan)

Mereka mengusulkan integrasi sistem penangkapan karbon pada armada kereta api sebagai langkah konkret mendukung dekarbonisasi sektor transportasi di Indonesia. Ide ini lahir dari analisis mendalam menggunakan kerangka PESTEL (Political, Economic, Social, Technological, Environmental, and Legal) untuk memastikan gagasan mereka relevan dengan arah kebijakan BUMN dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Menjawab Tantangan Realitas Industri

Roihan M. Iqbal mengungkapkan bahwa tantangan terbesar bukan sekadar menciptakan ide yang terlihat “keren”, melainkan ide yang presisi dan dapat diterapkan.

“Kunci kompetisi ini bukan siapa yang idenya paling ‘wah’, tetapi siapa yang idenya paling tepat sasaran dan berani dibawa sampai tuntas,” ujar Roihan (11/3).

Tim menyadari bahwa teknologi carbon capture di sistem kereta api sering dianggap terlalu ambisius. Oleh karena itu, mereka memperkuat presentasi dengan data tren emisi global dan strategi transisi energi untuk meyakinkan dewan juri bahwa intervensi teknis ini sangat mendesak bagi institusi sebesar KAI.

Bukan Sekadar Simulasi Bisnis

Baca juga :  Modern dan Transparan, Operasi Ketupat 2026 Gunakan Drone AI hingga Bodycam

Bagi Tim Ganeshasengumi, partisipasi dalam kompetisi ini adalah upaya untuk memecahkan masalah nyata yang dihadapi bangsa. Seluruh proses ideasi hingga penyusunan narasi teknis dilakukan secara mandiri dengan memadukan perspektif teknik, kebijakan publik, dan analisis bisnis.

Kemenangan ini membuktikan bahwa riset yang kuat dan pemahaman konteks industri yang tajam dapat melahirkan solusi nyata bagi masa depan transportasi Indonesia.

Di akhir sesi, Roihan memberikan pesan inspiratif bagi rekan mahasiswa lainnya. “Jangan mulai dari ide yang ingin terlihat keren, tetapi mulailah dari masalah yang memang layak diperjuangkan. Pahami konteks dan beranilah menguji ide dengan realitas,” pungkasnya. (Amel)