KomdigiMedia.com, New York – Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, ditutup anjlok tajam pada perdagangan (28/03/2026) waktu setempat. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak mentah dunia melampaui level psikologis US$100 per barel.

Kondisi ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap kembalinya gelombang inflasi global. Akibatnya, investor cenderung beralih ke posisi defensif dan aset aman (safe-haven) seperti emas dan dolar AS, yang menyeret turun indeks utama Wall Street secara keseluruhan.

Berdasarkan data perdagangan, ketiga indeks utama mencatatkan koreksi signifikan:

  • S&P 500: Turun 1,7% (108,31 poin) ke level 6.368,85 poin.
  • Dow Jones Industrial Average: Kehilangan 1,7% (793,47 poin) menjadi 45.166,64 poin.
  • Nasdaq Composite: Mencatat penurunan terdalam sebesar 2,1% ke posisi 20.948,36 poin.

Penurunan ini menandai pekan perdagangan terburuk bagi Wall Street sejak awal tahun, dengan Nasdaq dan Dow Jones kini memasuki wilayah koreksi teknis setelah turun lebih dari 10% dari puncaknya baru-baru ini.

Ketegangan di jalur pelayaran strategis, seperti Selat Hormuz, meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak global. Harga minyak mentah Brent dan WTI yang kini berada di atas US$100 per barel dikhawatirkan akan meningkatkan biaya transportasi dan produksi, yang pada akhirnya melemahkan daya beli konsumen.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS naik menjadi sekitar 4,4%, yang menambah tekanan jual terutama pada sektor teknologi yang sangat sensitif terhadap fluktuasi suku bunga.

Para analis menilai pasar akan tetap fluktuatif dalam jangka pendek. Perhatian investor kini tertuju pada laporan pekerjaan AS bulan Maret untuk menilai kesehatan ekonomi dan arah kebijakan Federal Reserve (Fed) selanjutnya. Jika ketegangan di Timur Tengah tidak segera mereda, tekanan inflasi diperkirakan akan menyulitkan The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter mereka. (Amel)

Baca juga :  Wali Kota Bandung: Wisatawan Membeludak, UMKM Jadi Kunci Pemerataan Ekonomi