KomdigiMedia.com, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Kota Bandung telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat lebih dari 12 juta wisatawan telah berkunjung ke Kota Kembang ini.

Tingginya angka kunjungan tersebut memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan perputaran uang dan aktivitas usaha di berbagai sektor.

“Kota Bandung saat ini telah menjadi salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Pada tahun 2025 saja tercatat lebih dari 12 juta wisatawan berkunjung,” ujar Farhan dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Meski menunjukkan tren positif, Farhan mengingatkan bahwa tantangan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 masih ada. Sektor transportasi, misalnya, belum pulih sepenuhnya dampak dari penutupan Bandara Husein Sastranegara. Selain itu, sektor industri pengolahan skala besar juga tercatat mengalami pertumbuhan yang sangat minim.

Menyikapi hal tersebut, Farhan menekankan bahwa penggerak ekonomi kota tidak boleh hanya bergantung pada pabrik-pabrik besar. Ia mendorong sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk mengambil peran lebih besar.

“Industri pengolahan tidak harus selalu skala besar. Usaha rumah tangga seperti produksi makanan, pakaian, sepatu, hingga kerajinan juga merupakan bagian dari industri pengolahan yang potensial,” jelasnya, (17/3/2026).

Lebih lanjut, Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus memperkuat pasar dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata. Hal ini penting mengingat angka ketimpangan sosial (Gini Ratio) di Kota Bandung saat ini berada di angka 0,42. Meskipun angka tersebut turun dari tahun sebelumnya (0,44), namun masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 0,36.

“Artinya, sebagian besar sumber daya ekonomi masih dikuasai kelompok kecil. Inilah tantangan besar yang harus kita hadapi bersama melalui penguatan pelaku usaha kecil dan menengah,” pungkasnya. (Amel)

Baca juga :  Sulap Sampah Jadi Cuan, Program Rekosistem Pekanbaru Tuai Apresiasi Pemuda