KomdigiMedia.com, Ketapang – Memasuki tahun ketiga, program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh Sinar Mas Agribusiness and Food semakin menunjukkan taji. Melalui pengembangan budidaya lele berbasis teknologi dan penguatan UMKM lokal, Desa Biku Sarana dan Desa Sengkuang Merabong di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kini mulai menapak kemandirian ekonomi, (17/3/2026).
Fokus utama program tahun ini adalah peningkatan kapasitas kelompok budidaya melalui efisiensi pakan dan diversifikasi produk turunan ikan lele.
Inovasi Pakan Mandiri dan Dukungan Teknologi
Salah satu tantangan terbesar dalam budidaya ikan adalah tingginya biaya pakan. Menjawab hal tersebut, perusahaan memfasilitasi pelatihan pembuatan pakan alternatif bagi 15 anggota kelompok budidaya dengan menggandeng narasumber dari Universitas Tanjungpura (UNTAN).
Tak hanya teori, bantuan berupa mesin pembuat pelet pakan juga diberikan. Teknologi ini memungkinkan warga mengolah bahan baku lokal menjadi pakan berkualitas dengan biaya yang jauh lebih ekonomis.
“Pelatihan ini sangat membantu kami untuk mandiri. Mesin pelet dan pengetahuan baru membuka peluang besar bagi kami untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen,” ujar Ketua TP PKK Desa Biku Sarana, Lili Yen.
Saat ini, produktivitas di Desa Biku Sarana mencapai 750 kg per siklus dari enam kolam, sementara Desa Sengkuang Merabong mencatat produksi 212 kg per siklus. Dengan total produksi tahunan mencapai dua ton, program ini menjadi mesin ekonomi baru bagi warga.
Dari Kolam ke Dapur: Inovasi ‘Si Lele’
Pemberdayaan tidak berhenti di pemanenan. Ibu-ibu PKK di Desa Biku Sarana kini mengelola UMKM “Si Lele”. Mereka dibekali pelatihan pengolahan produk, termasuk resep baru “Stick Si Lele” yang memiliki tekstur lebih renyah dan biaya produksi yang kompetitif.
“Kami senang mendapatkan resep yang lebih efisien. Produk kami kini lebih enak dan siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkap Risnawati, salah satu peserta pelatihan UMKM.
Perluasan Model ke Sumatra Selatan
Keberhasilan di Kalimantan Barat mulai direplikasi di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. Melalui anak usahanya, PT Sawit Mas Sejahtera (SMS), program ini menjangkau tiga desa dengan total 30 peserta.
Di wilayah ini, peserta diperkenalkan dengan metode Green Water System (GWS), yaitu sistem pengelolaan kualitas air kolam untuk menjaga stabilitas lingkungan dan menekan risiko penyakit ikan.
Abdil Musaddad, Fasilitator Budidaya Lele di Lahat, menyebutkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk swasembada ikan konsumsi. “Kebutuhan ikan di Lahat masih sangat besar dan banyak dipasok dari luar. Ini peluang pasar yang sangat menjanjikan bagi masyarakat,” jelasnya.
Membangun Masa Depan Melalui Bright Future Initiative
Program ini merupakan bagian dari Bright Future Initiative, sebuah jaringan akselerasi UMKM milik Sinar Mas Agribusiness and Food yang telah mendukung 113 UMKM dan mengembangkan 189 proyek di seluruh Indonesia.
Melalui pendampingan teknis dan dukungan pemasaran yang berkelanjutan, perusahaan berharap setiap kelompok budidaya dapat mencapai kemandirian penuh dalam waktu dua tahun, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi berbasis potensi lokal. (Amel)


Leave a Reply