KomdigiMedia.com, AS – Raksasa teknologi Meta, induk perusahaan Facebook, Instagram, dan WhatsApp, dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah restrukturisasi besar-besaran. Perusahaan rintisan Mark Zuckerberg ini disebut-sebut berencana memangkas hingga 20 persen dari total tenaga kerjanya secara global.

Kabar yang pertama kali ditiupkan oleh laporan Reuters ini mengindikasikan bahwa puluhan ribu karyawan terancam terdampak jika rencana tersebut direalisasikan. Berdasarkan data keuangan per Desember 2025, Meta memiliki sekitar 78.865 karyawan. Jika pemangkasan 20 persen terjadi, setidaknya 15.000 orang akan kehilangan pekerjaan, (17/3/2026).

Respons Meta: “Masih Spekulasi”

Menanggapi isu yang beredar, juru bicara Meta menegaskan bahwa laporan tersebut masih bersifat spekulatif. Pihak manajemen menyebut bahwa pembahasan mengenai pengurangan staf tersebut barulah skenario teoritis dan belum menjadi keputusan resmi perusahaan.

Meski demikian, sumber internal menyebut bahwa para eksekutif puncak telah menginstruksikan manajer senior untuk mulai memetakan rencana perampingan organisasi. Hingga saat ini, waktu pelaksanaan dan jumlah pasti karyawan yang terdampak masih dalam tahap pembahasan awal.

Ironi di Tengah Pendapatan Fantastis

Rencana efisiensi ini tergolong mengejutkan mengingat kinerja keuangan Meta yang sangat solid. Sepanjang tahun 2025, Meta membukukan pendapatan luar biasa senilai lebih dari 200 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.392 triliun. Khusus di kuartal keempat saja, perusahaan mengantongi hampir 60 miliar dolar AS.

Langkah PHK sebenarnya bukan hal asing bagi Meta. Sejarah mencatat:

  • Awal 2025: Pemangkasan 5 persen karyawan untuk efisiensi operasional.
  • Awal 2026: PHK terhadap 1.000 staf di divisi Reality Labs (fokus pada Metaverse).

Transformasi Menuju Era Kecerdasan Buatan (AI)

Pengamat industri menilai potensi PHK besar-besaran ini merupakan bagian dari strategi transisi Meta untuk mengalihkan sumber daya ke sektor yang lebih menjanjikan: Artificial Intelligence (AI).

Baca juga :  Nguyen Hoang Bao Ngoc: Gadis IELTS 9.0 Raih Beasiswa Rp3,2 Miliar ke NJIT Amerika Serikat

Alih-alih mempertahankan struktur organisasi yang gemuk, Meta justru jor-joran berinvestasi di teknologi AI. Hal ini dibuktikan dengan langkah akuisisi sejumlah startup potensial baru-baru ini, seperti:

  • Moltbook: Jejaring sosial khusus untuk agen AI.
  • Manus: Pengembang agen AI otonom untuk tugas otomatis.

Langkah ini mempertegas posisi Meta yang ingin tetap kompetitif di tengah perlombaan AI global. Restrukturisasi ini diharapkan mampu merampingkan operasional perusahaan sekaligus mempercepat inovasi di bidang kecerdasan buatan yang kini menjadi tulang punggung baru bisnis mereka. (Amel)