KomdigiMedia.com, Purwakarta – Pemerintah Kabupaten Purwakarta terpilih menjadi salah satu daerah percontohan dalam proses pemutakhiran data kemiskinan dan pengangguran. Pemutakhiran ini merupakan bagian dari program bertahap yang dilaksanakan di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, khususnya wilayah dengan tingkat kerawanan sosial yang tinggi.

Bansos untuk Kemandirian Ekonomi

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, mengimbau masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) agar tidak sekadar menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan konsumtif. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan bantuan pemerintah sebagai modal usaha demi meningkatkan kesejahteraan keluarga secara mandiri.

“Bantuan dari pemerintah harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Jangan hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif atau membayar utang, tetapi juga menjadi modal untuk berusaha agar lebih mandiri,” ujar Om Zein, (16/3).

Integrasi Data Desa dan Sekolah Rakyat

Senada dengan upaya daerah, Kementerian Desa (Kemendes) melalui Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Mulyadin Malik, menyatakan dukungannya terhadap penguatan Sistem Informasi Desa (SID). Sistem ini nantinya akan mengintegrasikan data dari lebih dari 75 ribu desa di seluruh Indonesia untuk mendukung program pengentasan kemiskinan dan pembangunan desa mandiri.

Sebagai langkah konkret perlindungan sosial bagi keluarga kategori paling rentan (desil 1 dan 2), Menteri Sosial Gus Ipul mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat. Program yang menjadi target Presiden ini diharapkan minimal tersedia satu di setiap kabupaten.

“Kami berharap Purwakarta dapat segera menyiapkan lahan agar proses verifikasi dan pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera dilakukan,” pungkas Gus Ipul menutup kegiatan tersebut. (Amel)

Baca juga :  Tradisi Mudik: 'Booster' Ekonomi Tanpa Birokrasi Bagi Sumatera Barat