KomdigiMedia.com, Jambi – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan ekonomi nasional yang menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian global. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), pemerintah menyatakan optimisme terhadap ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga kuat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa fondasi perekonomian nasional saat ini dalam kondisi sehat, baik dari sisi produksi maupun konsumsi. Salah satu indikator utama adalah lonjakan pada sektor manufaktur yang mencatatkan angka signifikan.
“Ekonomi kita dalam keadaan yang amat baik jika dilihat dari sisi supply. Purchasing Managers Index (PMI) pada bulan Februari mencapai level 53,8, yang merupakan angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Menkeu Purbaya dalam laporannya, (14/3).
Selain sektor manufaktur, stabilitas harga domestik juga dinilai masih terkendali. Menkeu menjelaskan bahwa angka inflasi yang terlihat tinggi secara nominal sebenarnya dipengaruhi oleh faktor teknis subsidi listrik tahun lalu. Jika faktor tersebut dikesampingkan, inflasi riil Indonesia hanya berada di angka sekitar 2,59 persen.
Optimisme pemerintah juga didukung oleh meningkatnya daya beli masyarakat yang tercermin dalam survei kepercayaan konsumen. Gabungan antara kekuatan supply (manufaktur) dan demand (konsumsi) hingga Februari 2026 menunjukkan jalur akselerasi ekonomi yang positif.
Meski dinamika ekonomi dunia terus bergejolak, pemerintah memastikan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter akan terus diperkuat. Langkah ini diambil untuk menjaga momentum pertumbuhan nasional sekaligus menghadapi berbagai tantangan volatilitas global di masa depan. (Amel)


Leave a Reply