KomdigiMedia.com, Surabaya – Perekonomian Kota Surabaya mencatatkan performa gemilang sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Pahlawan mencapai angka 5,87 persen, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 5,76 persen.

Angka pertumbuhan ini tidak hanya menunjukkan tren positif bagi internal kota, tetapi juga berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 5,33 persen, serta pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen pada periode yang sama.

Secara nilai nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya pada 2025 menembus angka Rp830,54 triliun (ADHB) dan Rp513,94 triliun (ADHK). Data ini mempertegas resiliensi ekonomi Surabaya di tengah ketidakpastian kondisi global.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari fondasi ekonomi yang kuat dan kontribusi aktif masyarakat.

“Ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan destinasi wisata perkotaan,” ujar Eri dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3/2026).

Sektor Penopang Utama

Ditinjau dari struktur ekonominya, sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi dominan sebesar 26,97 persen. Sektor strategis lainnya meliputi Industri Pengolahan (19,59%) serta sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (16,71%).

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama dengan laju pertumbuhan 5,40 persen. Menariknya, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi mencatatkan angka 6,41 persen, menandakan peran investasi yang semakin signifikan dalam mendorong aktivitas ekonomi kota.

Strategi Keberlanjutan dan Pemberdayaan

Guna menjaga momentum ini, Kepala Bappeda Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah pemutakhiran database pelaku ekonomi kreatif sebagai dasar pengambilan kebijakan dan penguatan jejaring usaha.

Baca juga :  Transformasi Menteng Tenggulun: Dari Kawasan Kumuh Jadi Sentra Ekonomi Baru

Selain itu, Pemkot Surabaya meluncurkan program dukungan kegiatan pemuda sebesar Rp5 juta per RW. “Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi anak muda untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan aktivitas produktif langsung di lingkungan mereka,” tegas Irvan, (17/3).

Pengembangan sektor pariwisata juga terus dipacu melalui penataan kawasan strategis, seperti transformasi eks Taman Hiburan Rakyat (THR) menjadi pusat ekonomi kreatif yang terpadu dengan seni dan budaya. Sinergi ini juga mencakup pengembangan kampung tematik dan urban tourism untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata bagi seluruh warga Surabaya. (Amel)