KomdigiMedia.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis kekhawatiran terkait nilai tukar rupiah yang disebut-sebut mendekati level Rp17.000 per dolar AS. Purbaya menegaskan bahwa posisi rupiah saat ini masih terjaga di kisaran Rp16.800 dan dalam kondisi yang dapat dikendalikan.
Hal tersebut disampaikan Purbaya usai memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Menurutnya, kunci stabilitas mata uang nasional terletak pada kekuatan fondasi ekonomi domestik.
“Enggak ah, masih Rp16.800-an. Selama fondasi ekonomi kita bagus, mengendalikan rupiah lebih gampang dibanding kalau ekonomi lagi berantakan,” ujar Purbaya kepada awak media.
Sinergi Pemerintah dan Bank Indonesia
Purbaya menjelaskan bahwa stabilitas nilai tukar sangat bergantung pada koordinasi yang solid antara pemerintah dan otoritas moneter. Fokus utama saat ini adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga serta menjamin ketersediaan likuiditas dalam sistem keuangan.
Ia menambahkan, Bank Indonesia (BI) terus memantau dinamika pasar global secara intensif untuk meredam dampak gejolak dunia terhadap mata uang garuda.
“Kalau kita kompak seperti ini, memastikan perkembangan ekonomi bagus dan uang di sistem cukup, tidak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia,” imbuhnya.
Rupiah Mulai Menguat
Data pasar menunjukkan optimisme senada. Pada penutupan perdagangan Selasa, rupiah justru bergerak menguat 86 poin atau 0,51 persen ke level Rp16.863 per dolar AS, membaik dari penutupan sebelumnya di angka Rp16.949.
Analisis dari Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menyebutkan bahwa penguatan ini juga dipicu oleh sentimen global. Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait potensi penyelesaian konflik dengan Iran memberikan angin segar yang meredam tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. (Amel)


Leave a Reply