Komdigi.co, Redelong – Curah hujan tinggi kembali melanda kawasan kaki Gunung Burni Telong sejak Minggu sore (4/1/2026). Luapan air dilaporkan mulai menggenangi jalur-jalur aliran lama, memicu kekhawatiran akan terulangnya bencana hidrometeorologi hebat yang sempat terjadi pada November tahun lalu.

Warga Mengungsi ke Rumah Dinas Camat

Kondisi di Desa Uning Gelime, Kecamatan Wih Pesam, memaksa sejumlah warga untuk segera meninggalkan kediaman mereka demi keamanan.

Sekretaris Camat Wih Pesam, Teguh Pribadi, mengonfirmasi bahwa evakuasi telah dilakukan secara terarah.

“Warga kami arahkan untuk mengungsi ke Rumah Dinas Camat,” ujar Teguh pada Minggu (4/1/2026).

Jalan Nasional Takengon–Bireuen Terancam Amblas

Kondisi serupa terjadi di Desa Kenine, Kecamatan Timang Gajah. Air dilaporkan telah naik hingga menutupi badan jalan nasional yang menghubungkan Takengon dan Bireuen.

Warga setempat merasa was-was karena titik tersebut merupakan lokasi bekas longsoran lama yang hingga kini belum diperbaiki secara permanen.

  • Kekhawatiran Warga: “Takutnya jalan amblas dan kami tidak bisa pulang,” ungkap Ardi, salah satu warga yang melintas di lokasi tersebut.

Imbauan Resmi BPBD Bener Meriah

Menyikapi situasi yang kian kritis, Kepala Pusat Data dan Informasi Penanganan Bencana Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh masyarakat.

Poin penting imbauan BPBD:

  • Hindari Aliran Sungai: Masyarakat diminta menjauhi daerah aliran sungai (DAS) dan titik rawan longsor.
  • Waspada Curah Hujan: Intensitas hujan diprediksi masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
  • Evakuasi Mandiri: Jika debit air mulai naik, segera selamatkan barang berharga dan berpindah ke tempat yang lebih tinggi.

“Kami mengimbau agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di dekat aliran sungai. Segera menjauh jika air naik,” tutup Ilham. (Kjp)

Baca juga :  Sidang Etik Mantan Kapolres Ngada: Terancam Pemecatan karena Kasus Asusila dan Narkoba

Sumber: Lingasgayo.com