KomdigiMedia.com, Denpasar – Mahasiswa pertanian masa kini tidak lagi cukup hanya menguasai teknik budidaya di lapangan. Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan informasi, kemampuan menulis esai kini disebut sebagai “senjata baru” bagi mahasiswa untuk menyuarakan gagasan dan solusi sektor pertanian.
Pentingnya literasi menulis ini mengemuka dalam Pelatihan Giat Prestatif Mahasiswa Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa (Unwar) yang digelar di Denpasar, Jumat (27/3/2026).
Akademisi Agroteknologi Unwar, I Nengah Muliarta, menegaskan bahwa esai bukan sekadar tugas akademik biasa, melainkan alat strategis untuk menjaga relevansi mahasiswa di tengah kompleksitas persoalan pertanian, mulai dari perubahan iklim hingga digitalisasi pasar.
“Dunia pertanian menghadapi disrupsi dari berbagai sisi. Tanpa kemampuan menulis, ide dan inovasi mahasiswa hanya akan berhenti di laboratorium tanpa diketahui publik,” ujar Muliarta dalam arahannya.
Muliarta menyoroti adanya kesenjangan antara hasil riset kampus dengan pemahaman masyarakat luas. Ia mendorong mahasiswa berperan sebagai “penerjemah sains” agar data teknis pertanian dapat dipahami dan memiliki makna bagi masyarakat.
“Mahasiswa harus masuk ke ruang publik melalui esai. Ini penting agar isu seperti kedaulatan pangan atau alih fungsi lahan tidak hanya menjadi tumpukan angka, tetapi menjadi gerakan nyata,” tambahnya, (28/3).
Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan III FPST Unwar, Wayan Sudiarta, menyatakan pihak fakultas berkomitmen penuh untuk mewadahi karya-karya terbaik mahasiswa. Prestasi menulis ini diharapkan tidak hanya berhenti di bangku kuliah, tetapi mampu menembus ajang kompetisi nasional hingga publikasi media massa.
“Kami ingin semangat menulis ini berlanjut hingga tingkat internasional. Mahasiswa dilatih tidak hanya tajam secara analisis, tetapi juga memiliki empati sosial terhadap kondisi petani di lapangan,” tegas Sudiarta.
Selain pembekalan menulis esai, para mahasiswa dalam pelatihan ini juga dibekali keterampilan digital lainnya, seperti pembuatan video kreatif, desain poster, hingga penyusunan business plan. Melalui penguatan literasi ini, FPST Unwar optimistis melahirkan lulusan yang mampu menjadi pemimpin opini (opinion leader) dalam menjaga kedaulatan pangan global. (Amel)


Leave a Reply