KomdigiMedia.com, Surabaya – Kinerja perekonomian Kota Surabaya menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,87 persen pada tahun 2025. Angka ini mencatatkan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 5,76 persen, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa capaian ini mencerminkan fondasi ekonomi kota yang tangguh di tengah ketidakpastian global. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Surabaya kini menembus angka Rp830,54 triliun (ADHB).
“Pertumbuhan ini membuktikan fondasi ekonomi kita kuat. Ke depan, Pemkot akan fokus memperkuat ekonomi lokal melalui ekonomi kreatif, pemberdayaan pemuda, dan wisata perkotaan,” ujar Wali Kota Eri, Kamis (12/3/2026).
Sektor Perdagangan dan Investasi Mendominasi
Secara struktur, ekonomi Surabaya masih didominasi oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran dengan kontribusi sebesar 26,97 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi motor penggerak utama dengan andil 59,97 persen.
Meningkatnya peran investasi juga terlihat dari kontribusi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencapai 27,25 persen. Hal ini menandakan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Pahlawan tetap tinggi.
Inovasi Ekonomi Berbasis Kampung dan Pemuda
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Kepala Bappeda Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, memaparkan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan, antara lain:
- Database Ekonomi Kreatif: Menyusun basis data pelaku usaha untuk mempermudah fasilitasi dan penguatan jejaring.
- Stimulus Pemuda: Kucuran dana Rp5 juta per RW untuk mendukung kewirausahaan dan kegiatan produktif anak muda di tingkat kampung.
- Revitalisasi Kawasan Strategis: Pengembangan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) sebagai pusat ekonomi kreatif, seni, dan kuliner terintegrasi.
- Urban Tourism: Penguatan kampung tematik dan Kampung Pancasila sebagai destinasi wisata berbasis komunitas.
“Kami mengintegrasikan potensi sejarah dan kreativitas agar kampung tidak hanya menjadi ruang sosial, tapi juga pusat ekonomi lokal,” jelas Irvan, (14/3).
Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Pemkot Surabaya optimistis pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara inklusif, sekaligus memperluas lapangan kerja bagi seluruh warga Surabaya. (Amel)


Leave a Reply