KomdigiMedia.com, Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) berkomitmen memperkuat ketahanan ekonomi nasional dengan mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui layanan perbankan digital. Amar Bank melihat UMKM sebagai potensi besar atau “sleeping giant” yang harus segera dioptimalkan agar mampu bersaing di era digital.
Hal tersebut ditegaskan dalam acara Digital Banking & Economic Outlook 2026: Awakening Indonesia’s Sleeping Giant di Jakarta, Kamis (12/3/2026). Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, menyatakan bahwa perbankan digital berperan sebagai enabler untuk memangkas hambatan akses keuangan yang selama ini dialami pelaku UMKM.
“Melalui solusi keuangan digital yang aman dan mudah diakses, kami ingin membuka jalan bagi jutaan UMKM untuk tumbuh lebih produktif. Kami berkomitmen ‘membangunkan raksasa tidur’ ini agar Indonesia memiliki ekonomi yang lebih tangguh,” ujar Vishal Tulsian.
Tantangan Akses Pembiayaan
Meski UMKM berkontribusi hingga 61% terhadap PDB dan menyerap 97% tenaga kerja nasional, akses pembiayaan formal masih menjadi kendala utama. Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, menyoroti bahwa realisasi kredit UMKM saat ini masih tertahan di angka 20%, di bawah target pemerintah sebesar 30%.
“Hambatan administratif dan timpangnya adopsi layanan keuangan antara kota dan desa membuat banyak pelaku UMKM masih mengandalkan modal pribadi,” jelas Nailul.
Solusi Digital Melalui ‘Amar Bank Bisnis’
Menjawab tantangan tersebut, Senior Vice President of MSME Amar Bank, Josua Sloane Solagracia, menjelaskan bahwa Amar Bank menghadirkan solusi praktis melalui platform Amar Bank Bisnis. Layanan ini dirancang untuk membantu UMKM merapikan administrasi dan pengelolaan keuangan secara terstruktur.
“Dengan rekam jejak keuangan yang terdokumentasi dengan baik melalui platform kami, UMKM akan lebih mudah dinilai layak oleh lembaga keuangan untuk mendapatkan pembiayaan formal yang lebih luas,” tambah Josua.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif dan resilien bagi seluruh pelaku usaha di Indonesia pada tahun 2026. (Amel)


Leave a Reply