Komdigi.co, Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah resmi memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi untuk keempat kalinya. Langkah krusial ini diambil menyusul kondisi cuaca ekstrem yang belum mereda serta masih banyaknya wilayah yang sulit dijangkau.
Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Aceh Tengah Nomor 360/928/BPBD/2025, yang menetapkan masa perpanjangan berlaku mulai 30 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.
Kondisi Terkini: Akses Terputus & Logistik Terhambat
Hingga saat ini, dampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tengah masih menyisakan tantangan besar bagi pemerintah daerah. Berdasarkan data terbaru:
- 37 Kampung dilaporkan masih terdampak dan dalam kondisi terisolasi.
- Distribusi logistik kebutuhan pokok belum sepenuhnya berjalan normal akibat akses jalan yang rusak.
- Ancaman susulan berupa banjir bandang dan tanah longsor masih mengintai akibat intensitas hujan yang tinggi.
“Fokus utama pemerintah saat ini adalah keselamatan warga. Berdasarkan evaluasi, masih terdapat wilayah yang sulit dijangkau dan membutuhkan penanganan cepat, terutama terkait pasokan kebutuhan pokok dan akses infrastruktur darurat,” ujar Mustafa Kamal, perwakilan Dinas Kominfo Aceh Tengah, Rabu (31/12/2024).
Percepatan Penanganan Bencana
Perpanjangan status tanggap darurat ini bukan sekadar administratif, melainkan instrumen hukum agar pemerintah dapat bergerak lebih lincah dalam:
- Pemenuhan Logistik: Memastikan stok pangan dan obat-obatan sampai ke tangan warga terdampak.
- Perbaikan Infrastruktur: Membuka akses jalan yang tertimbun longsor agar mobilitas kembali pulih.
- Mobilisasi Personel: Mengerahkan tim BPBD dan peralatan berat ke titik-titik rawan secara maksimal.
Fleksibilitas Status Darurat
Meski ditetapkan hingga awal Januari 2026, Mustafa Kamal menegaskan bahwa durasi status ini bersifat fleksibel.
“Jika hasil kajian BPBD menunjukkan cuaca membaik dan situasi benar-benar kondusif, maka status ini bisa diperpendek atau dihentikan lebih awal,” jelasnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah meminta warga untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai.
“Mari kita saling menjaga, saling membantu, dan memperkuat solidaritas demi keselamatan bersama,” tutup Mustafa. (Kjp)


Leave a Reply